== BLOG KU.COM ==

jUSt Smil3 to The WoRlD (^^)

SPIRAL MODEL

Proses model yang lain, yang cukup populer adalah Spiral Model. Model ini juga cukup baru ditemukan, yaitu pada sekitar tahun 1988 oleh Barry Boehm pada artikel A Spiral Model of Software Development and Enhancement. Spiral model adalah salah satu bentuk evolusi yang menggunakan metode iterasi natural yang dimiliki oleh model prototyping dan digabungkan dengan aspek sistimatis yang dikembangkan dengan model waterfall. Tahap desain umumnya digunakan pada model Waterfall, sedangkan tahap prototyping adalah suatu model dimana software dibuat prototype (incomplete model), “blue-print”-nya, atau contohnya dan ditunjukkan ke user / customer untuk mendapatkan feedback-nya. Jika prototype-nya sudah sesuai dengan keinginan user / customer, maka proses SE dilanjutkan dengan membuat produk sesungguhnya dengan menambah dan memperbaiki kekurangan dari prototype tadi.

Model ini juga mengkombinasikan top-down design dengan bottom-up design, dimana top-down design menetapkan sistem global terlebih dahulu, baru diteruskan dengan detail sistemnya, sedangkan bottom-up design berlaku sebaliknya. Top-down design biasanya diaplikasikan pada model waterfall dengan sequential-nya, sedangkan bottom-up design biasanya diaplikasikan pada model prototyping dengan feedback yang diperoleh. Dari 2 kombinasi tersebut, yaitu kombinasi antara desain dan prototyping, serta top-down dan bottom-up, yang juga diaplikasikan pada model waterfall dan prototype, maka spiral model ini dapat dikatakan sebagai model proses hasil kombinasi dari kedua model tersebut. Oleh karena itu, model ini biasanya dipakai untuk pembuatan software dengan skala besar dan kompleks.

Spiral model dibagi menjadi beberapa framework aktivitas, yang disebut dengan task regions. Kebanyakan aktivitas2 tersebut dibagi antara 3 sampai 6 aktivitas. Berikut adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam spiral model:

  • Customer communication. Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif antara developer dengan user / customer terutama mengenai kebutuhan dari customer.

  • Planning. Aktivitas perencanaan ini dibutuhkan untuk menentukan sumberdaya, perkiraan waktu pengerjaan, dan informasi lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan software.

  • Analysis risk. Aktivitas analisis resiko ini dijalankan untuk menganalisis baik resiko secara teknikal maupun secara manajerial. Tahap inilah yang mungkin tidak ada pada model proses yang juga menggunakan metode iterasi, tetapi hanya dilakukan pada spiral model.

  • Engineering. Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun 1 atau lebih representasi dari aplikasi secara teknikal.

  • Construction & Release. Aktivitas yang dibutuhkan untuk develop software, testing, instalasi dan penyediaan user / costumer support seperti training penggunaan software serta dokumentasi seperti buku manual penggunaan software.

  • Customer evaluation. Aktivitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan feedback dari user / customer berdasarkan evaluasi mereka selama representasi software pada tahap engineering maupun pada implementasi selama instalasi software pada tahap construction and release.

Berikut adalah gambar dari spiral model secara umum :

Satu lingkaran dari bentuk spiral pada spiral model dibagi menjadi beberapa daerah yang disebut dengan region. Region tersebut dibagi sesuai dengan jumlah aktivitas yang dilakukan dalam spiral model. Tentunya lingkup tugas untuk project yang kecil dan besar berbeda. Untuk project yang besar, setiap region berisi sejumlah tugas-tugas yang tentunya lebih banyak dan kompleks daripada untuk project yang kecil. SE berjalan dari inti spiral berjalan mengitari sirkuit per sirkuit. Sebagai contoh untuk sirkuit pertama dilakukan untuk pembangunan dari spesifikasi dari software dengan mencari kebutuhan dari customer. Untuk sirkuit pertama harus menjalani semua aktivitas yang didefinisikan. Setelah 1 sirkuit terlewati lanjut ke tugas selanjutnya misalnya membangun prototype. Tugas ini juga harus mengitari 1 sirkuit dan begitu terus selanjutnya sampai project selesai.

Tidak seperti model-model konvesional dimana setelah SE selesai, maka model tersebut juga dianggap selesai. Akan tetapi hal ini tidak berlaku untuk spiral model, dimana model ini dapat digunakan kembali sepanjang umur dari software tersebut. Pada umumnya, spiral model digunakan untuk beberapa project seperti Concept Development Project (proyek pengembangan konsep), New Product Development Project (proyek pengembangan produk baru), Product Enhancement Project (proyek peningkatan produk), dan Product Maintenance Project (proyek pemeliharaan proyek). Keempat project tersebut berjalan berurutan mengitari sirkuit dari spiral. Sebagai contoh setelah suatu konsep dikembangkan dengan melalui aktivitas2 dari spiral model, maka dilanjutkan dengan proyek selanjutnya yaitu pengembangan produk baru, peningkatan produk, sampai pemeliharaan proyek. Semuanya melalui sirkuit2 dari spiral model.

Mengapa spiral model begitu populer? Pendekatan dengan model ini sangat baik digunakan untuk pengembangan sistem software dengan skala besar. Karena progres perkembangan dari SE dapat dipantau oleh kedua belah pihak baik developer maupun user / customer, sehingga mereka dapat mengerti dengan baik mengenai software ini begitu juga dengan resiko yang mungkin didapat pada setiap aktivitas yang dilakukan. Selain dari kombinasi 2 buah model yaitu waterfall dan prototyping, kelebihan dari software ini ada pada analisis resiko yang dilakukan, sehingga resiko tersebut dapat direduksi sebelum menjadi suatu masalah besar yang dapat menghambat SE. Model ini membutuhkan konsiderasi langsung terhadap resiko teknis, sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya resiko yang lebih besar. Sebenarnya dengan menggunakan prototype juga bisa menghindari terjadinya resiko yang muncul, tetapi kelebihan dari model ini yaitu dilakukannya proses prototyping untuk setiap tahap dari evolusi produk secara kontinu. Model ini melakukan tahap2 yang sudah sangat baik didefinisikan pada model waterfall dan ditambah dengan iterasi yang menyebabkan model ini lebih realistis untuk merefleksikan dunia nyata. Hal-hal itulah yang menjadi kelebihan menggunakan spiral model.

Meskipun banyak kelebihan tetapi tentu masih ada kekurangannya. Kekurangannya ada pada masalah pemikiran user / customer dimana mereka pada umumnya tidak

November 11, 2007 Posted by | Model Software Development | Leave a comment

WATERFALL PROCESS MODEL

Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar di atas adalah tahapan umum dari model proses ini. Akan tetapi Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama dengan tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya. Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini menurut Pressman:

  • System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.

  • Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.

  • Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.

  • Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

  • Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

  • Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.

Mengapa model ini sangat populer??? Selain karena pengaplikasian menggunakan model ini mudah, kelebihan dari model ini adalah ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh, eksplisit, dan benar di awal project, maka SE dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Meskipun seringkali kebutuhan sistem tidak dapat didefinisikan seeksplisit yang diinginkan, tetapi paling tidak, problem pada kebutuhan sistem di awal project lebih ekonomis dalam hal uang (lebih murah), usaha, dan waktu yang terbuang lebih sedikit jika dibandingkan problem yang muncul pada tahap-tahap selanjutnya.

Meskipun demikian, karena model ini melakukan pendekatan secara urut / sequential, maka ketika suatu tahap terhambat, tahap selanjutnya tidak dapat dikerjakan dengan baik dan itu menjadi salah satu kekurangan dari model ini. Selain itu, ada beberapa kekurangan pengaplikasian model ini, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan SE.

  • Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.

  • Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya.

Menurut saya, tahapan-tahapan model ini sudah cukup baik dalam artian minimal untuk melakukan SE, maka harus ada tahapan-tahapan ini. Tahapan-tahapan ini jugalah yang digunakan oleh model-model yang lain pada umumnya. Ada filosofi yang mengatakan sesuatu yang sukses diciptakan pertama kali, maka akan terus dipakai di dalam pengembangannya. Hal ini juga berlaku pada waterfall model ini. Mungkin dapat dikatakan bahwa inilah standar untuk melakukan SE.

Akan tetapi, yang mungkin menjadi banyak pertimbangan mengenai penggunaan dari model ini adalah metode sequential-nya. Mungkin untuk awal-awal software diciptakan, hal ini tidak menjadi masalah, karena dengan berjalan secara berurutan, maka model ini menjadi mudah dilakukan. Sesuatu yang mudah biasanya hasilnya bagus. Oleh karena itu model ini sangat populer. Akan tetapi, seiring perkembangan software, model ini tentu tidak bisa mengikutinya. Yang menjadi kelemahan adalah pada pengerjaan secara berurutan tadi, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya. Kelemahan-kelemahan yang lain juga sudah saya utarakan di atas, atau bahkan masih ada yang lainnya.

Dari sini, nantinya akan dikembangkan model-model yang lain, bahkan ada tahap evolusioner dari suatu model proses untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tadi. Meskipun secara tahapan masih menggunakan standar tahapan waterfall model. Kesimpulannya adalah ketika suatu project skalanya sedang mengarah kecil bisa menggunakan model ini. Akan tetapi kalau sudah project besar, tampaknya kesulitan jika menggunakan model ini.

Sumber :

November 11, 2007 Posted by | Model Software Development | Leave a comment

Disable autorun dari Flash disk..

halo teman2…aku lg nganggur nih..trus kepikiran mo posting ah..hueheu..kali ini artikelnya aku dapet dari jaskom.com..artikel nya lumayan bagus buat di baca dan di praktekkan…biar kita2 gak kenal yg namanya virus komputer dari flashdisk…nah berikut artikelnya

 

Baiklah saya akan mulai membahasnya sekarang, diawali dengan cara penularan virus lewat media flashdisk. Sebenarnya sangat simple, ketika flashdisk dicolokan kedalam port usb virus yang sedang berjalan tinggal men-copy dirinya sendiri ke dalam flashdisk, dan tidak lupa pula dengan membuat file “autorun.inf” yang letak file-nya kasat mata sehingga tidak dapat dilihat. nah… file inilah yang akan kita edit agar virusnya tidak dapat menjalankan dirinya di komputer kita.

Cara yang pertama dengan mengedit secara manual dengan menggunakan notepad atau wordpad. Diasumsikan flashdisk kita yang telah dicolokan kedalam komputer (yang telah terinfeksi) beralamat “F:\”, maka saya akan mencoba membuka file “F:\autorun.inf” lalu enter. Lalu notepad akan terbuka secara otomatis dengan beberapa mantra didalamnya, setelah itu kita tinggal mengedit mantra tersebut dengan memblock semua mantra tersebut(ctrl+a) lalu hapus(backspace atau
del) lalu anda bisa membiarkannya kosong lalu tekan ctrl+s untuk men-savenya. Anda juga bisa menuliskan beberapa puisi indah tentang perdamaian didalamnya ^-^.

Tetapi bang blckflcn, bagaimana jika file tersebut memiliki attribute “read-only”? yang jelas kita tidak dapat mengeditnya secara manual!(aaaaarrrrrgh!!!!). Lalu? Apa yang dapat kita lakukan… bang blckflcn? Gigi dibalas dengan gigi, mata dibalas dengan mata, dan yah… anda benar! MANTRA juga DIBALAS DENGAN MANTRA!! Mantranya sangatlah mudah… saya akan membahasnya secara bertahap sekarang juga :

1)buka aplikasi notepad (tempat dimana kita akan menulis mantra)

2)tuliskan mantra
del /a:r f:\autorun.inf” (tnp tanda petik) lalu enter.

3)langkah selajutnya adalah tulis mantra lagi! Mantranya “echo ‘terserah tulisan apa’ >f:\autorun.inf&attrib +r f:\autorun.inf” (tnp tanda petik juga).

4)lalu save file mantra tersebut dengan nama file terserah anda dan path-nya terserah anda juga, tetapi extension-nya harus “.bat”(harus tidak boleh tidak)

5)lalu jalankan file mantra yang baru kita buat tersebut

6)buka explorer

7)pada bagian address tuliskan “F:\autorun.inf”, lalu tekan enter sambil mengucapkan “sim…salabim…”. Maka aplikasi notepad akan muncul lagi sambil menampilkan beberapa tulisan, tetapi yang ini jelas bukan mantra ^-^.

Setelah beberapa step tadi, virus tidak dapat menjalankan dirinya di komputer lain ketika kita mencolokan flashdisk kita kedalam port usb-nya. Tetapi bang blckflcn, virus2 dari komputer yang terinfeksi tersebut masih ada di dalam flashdisk saya. Bagaimana ini? Yah. Itu sih sudah menjadi tugas anti-virus mas…huehue..^^,

met coba..^^

November 1, 2007 Posted by | OS | Leave a comment

REFURBISH..????!!

alo temen…aku mo posting lagi nih..skrg ttg membeli barang yang namanya Handphone…nah kan kalian seneng klo barang yang dibeli itu muraaahhh banget…tapi hati2..apakah itu refurbish(daur ulang bo..) ato bukan??nah berikut artikelnya tentang yang namanya barang refurbish…!!!(adopted from forum cybertelecom.com)

banyak yang sampai saat ini menanyakan tentang barang refurbish.
karena banyak toko yang malas menjelaskan arti refurbish, maka banyak toko yang agak “bohong” dengan mengatakannya sebagai barang baru.
toko mengatakan sebagai barang baru karena selain lebih gampang ngomongnya, juga lebih cepat jualnya & keuntungannya lebih besar.

salah satu yang bikin heboh adalah NEXIAN.
juga salah satu pedagang di FP ini dengan nick nagaselular yang dicap penipu oleh rekan FP lain karena JB (Jual Baru) barang refurbish ini.

jadi saya tulis semuanya di sini, semoga cukup lengkap.

barang refurbish = barang daur ulang.
artinya mesin yang digunakan adalah mesin bekas, tetapi casing, baterai, charger dll-nya baru.

barang refurbish ini ada grade-nya (Kualitas)
kebanyakan di-refurbish di China, setahu saya hanya Nexian yang di-refurbish di Indonesia.

HAMPIR SEMUA handset yang masuk Indonesia adalah barang refurbish, karena :
1. harga baru barang sangat mahal, tidak terjangkau oleh kantong orang Indonesia. misalnya : samsung E250, di Korea barang tersebut kira2 3 juta rupiah, kita menjualnya dibawah 1 juta di Indo.

barang2 yang merupakan barang refurbish :
– Nokia 3585, 3586, 2280, 6385, 6225, 6255 yang non garansi (BM) atau garansi distributor.
– samsung seri X, seri A, seri E.
– semua LG CDMA
– motorola V680, V860, Startac, dll.
– Kyocera seri 2xxx, 7135, 6035
– Audiovox Thera.
– NEXIAN
– QUASAR
– semua Fix Wireless Phone buatan lokal, kecuali INTI

barang2 yang bener2 baru :
– Nokia garansi resmi Nokia.
– Samsung Frensip & keluaran Samsung resmi.
– Kyocera KZ-820, KZ-F520
– Sanex (gak yakin, tp sepertinya 100% baru)

ciri-ciri barang refurbish :
– jika barang itu sudah beredar agak lama di luar negri, lalu masuk ke Indonesia dengan harga miring, kemungkinan besar itu barang refurbish.
– bukan garansi resmi dari vendor.
– casing, baterai, charger tidak original.

PERTANYAAN :
– jadi saya tertipu bila membeli barang CDMA yang di-KLAIM toko sebagai barang baru yang sebenarnya adalah refurbish?
iya, memang kenyataannya tertipu.
tetapi apa boleh buat, toh ada yang resmi & sip tapi lebih mahal, pada tidak mau beli, mau carinya yang paling MURAAAAHHHH.
jadi para pedagang juga terpaksa memenuhi keinginan konsumen.

– apakah semua barang refurbish kualitasnya jelek?
tidak juga, ada beberapa yang kualitasnya lumayan bagus, bahkan ada distributor yang berani kasih garansi 6 bulan.

– jadi boleh gak beli barang refurbish?
boleh-boleh saja. tapi siap-siap, jangan heran & marah-marah bila mudah rusak, baterainya suka drop, charger gampang rusak.
resiko beli barang muraaaaaaah.

– ada gak barang refurbish yang benar-benar bagus?
ada, tetapi jarang. tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. tergantung toko yang menjualnya, walaupun sama2 typenya, ada toko yang menjual barang grade A ada yang menjual grade C, terkadang juga bisa terselip.
jadi jangan ketemu 1 type jelek langsung beranggapan semuanya jelek, atau ketemu 1 type bagus, langsung beranggapan semuanya bagus.
itu kebetulan, barang refurbish adalah barang bekas orang luar negri yang pakai. mereka pakainya kasar atau halus siapa yang tahu.

– apa itu grade A, B, C ???
grade A adalah barang2 refurbish yang sudah disortir dengan seksama, kira2 hanya 5% yang rusak. biasanya barang grade A direfurbish dari barang bekas yang belum pernah diservis.
grade B adalah barang2 refurbish yang ditest kelayakan, yang penting nyala.
grade C adalah barang2 refurbish yang tidak ditest.
user tidak pernah tahu barang yang dibeli gradenya apa, hanya TUHAN, importir & pemain besar yang tahu.
pedagang kecilpun banyak yang tidak tahu.
jadi jika mau beli tidak perlu menanyakan grade.

– saya pakai HP refurbish, kok susah amat telpon keluar masuk yah???
jika pakai [maaf] esia. itu bukan salah handphonenya. tp memang esia susah telpon keluar & masuk. (soalnya banyak banget yang komplain seperti ini & selalu anggap barangnya yang rusak, padahal operatornya yg gak beres)

– apakah bila saya beli barang refurbish, saya pasti tidak puas?
belum tentu, banyak kok barang refurbish yang bagus. Banyak yang beli sama saya dan puas, walaupun memang ada juga yang tidak puas.
resiko pembeli…

– kenapa baterainya cuma tahan sebentar yah?
karena baterainya buatan china. baterai buatan china ada gradenya juga.
tetapi biasanya barang refurbish cuma tahan 1 hari, bila lebih itu beruntung, jika kurang tidak perlu marah-marah.

– kok SMSnya susah yah?
itu tidak ada hubungannya dengan barang refurbish, barang tersebut didisain untuk orang Korea & China, dengan karakteristik mereka.

———————————————–

TIPS membeli barang refurbish CDMA
1. beli dengan orang / toko yang dapat dipercaya.
2. perhatikan baterai, bila sudah buncit, berarti baterainya pasti drop.
3. perhatikan casing, banyak yang tipis & gampang patah. coba sentil sedikit (jangan kelihatan yang punya toko).
4. perhatikan LCD, coba buka tutup 2-3 kali.
5. beli yang sudah di-inject nomor, biar tidak pusing ngurusinnya.
6. hati-hati dengan barang yang terlalu murah.
7. siap-siap agak repot bila bermasalah (sudah resiko)

JADI KESIMPULANNYA BELI BARANG REFURBISH JANGAN ????
beli !!! tetapi jangan marah2 bila cepat rusak & tidak memuaskan, sudah resiko.

October 27, 2007 Posted by | Business | Leave a comment

Membuat user dan group di Linux


Sistem operasi Linux dari awalnya memang sudah dirancang untuk bekerja dengan banyak user, artinya adalah di Linux Kita bisa melakukan login dengan berbagai nama user, dan tentu saja dengan hak yang berbeda-beda dan hak akses yang berbeda pula untuk file dan direktori.

Tidak hanya membuat user saja, tetapi semua user yang ada dapat dikelompokkan. Contohnya, Kita dapat mengelompokkan user berdasarkan departemen yang ada di perusahaan, contohnya group Marketing, Purchasing, Finance, Accounting, dsb.

Sekarang bagaimana caranya kita membuat user dan group di Linux? Caranya cukup mudah, Kita akan melakukan semuanya melalui command line atau biasa disebut text based.

  • Membuat user, gunakan perintah # useradd NamaUser
    Perintah tersebut akan membuat user baru sesuai dengan nama user yang kita masukan. Perhatikan juga bahwa pembuatan user tersebut akan membuatkan 1 direktori sesuai dengan nama user tersebut pada direktori /home. Selain itu, default group user ini adalah nama user itu juga.
  • Melihat daftar user yang ada, perintahnya # cat /etc/passwd
    Daftar user tersebut, nantinya akan berbentuk seperti ini

Quote:

guest:x:500:500:guest:/home/guest:/bin/bash

Dari daftar tersebut, terlihat kalau daftar tersebut terbagi menjadi 7 kolom/bagian yang dipisahkan oleh tanda : (titik dua).

    • Kolom 1 berisi username
    • Kolom 2 berisi password (hanya ditandi dengan tanda ‘x’ yang berarti mempunyai password)
    • Kolom 3 berisi UID (user ID), UID ini selalu dimulai dari 500
    • Kolom 4 berisi GID (Group ID), GUID ini juga selalu dimulai dari 500
    • Kolom 5 berisi Full name user
    • Kolom 6 berisi home direktori user
    • Kolom 7 berisi shell user tersebut
  • Melihat password user dalam bentuk terekripsi, perintahnya # cat /etc/shadow
  • Menghapus user, gunakan perintah # userdel namauser
    Perintah ini akan menghapus user yang kita masukan, tetapi tidak menghapus direktori user di folder /home.
  • Menghapus user dan folder home-nya, gunakan perintah # userdel -r namauser
  • Membuat Group, gunakan perintah # groupadd NamaGroup
    Perintah tersebut akan membuat suatu group baru. Saat baru dibuat group ini akan kosong, artinya tidak ada anggota pada group ini. Seperti penjelasan di atas, bahwa setiap pembuatan GID ini akan dimulai dari 500. Sekarang bagaimana jika kita ingin memberikan GID ini dengan 700? Gunakan perintah # groupadd -g 700 NamaGroup.
  • Melihat daftar group yang ada, gunakan perintah # cat /etc/group
  • Menambahkan user ke group tertentu, perintahnya # usermod -G NamaGroup NamaUser
  • Menghapus Group, gunakan perintah # groupdel NamaGroup

October 27, 2007 Posted by | OS | Leave a comment

Harddisk dan Mounting


Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya HDD dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang menggunakan IDE dan menggunakan SATA.

Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya gampang. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.

Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:

  1. Primary Master (hda)
  2. Primary Slave (hdb)
  3. Secondary Master (hdc)
  4. Secondary Slave (hdb)

Terlihat kalau urutannya di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.

Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.

Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:

  • Primary Master
    • Primary Partition #1 (hda1)
    • Primary Partition #2 (hda2)
    • Extended Partition (hda5)
      • Logical Partition #1 (hda6)
      • Logical Partition #2 (hda7)
  • Secondary Slave
    • Primary Parttion #1 / CD-ROM (hdd1)

Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6. Dari mana angka tersebut? Kita tahu bahwa primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.

Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf s, dimana untuk IDE diawali dengan huruf h.

Untuk membaca HDD, USB Flash Disk, CD-ROM, dsb (Selanjutnya disebut sebagai storage media), harus di lakukan mounting terlebih dahulu. Untuk distro-distro Linux terbaru, mounting storage media tersebut akan dilakukan secara otomatis. Tetapi bila ternyata belum dilakukan secara otomatis atau misalnya kita ingin melakukan mounting manual, Kita dapat menggunakan perintah mount.

Contoh:

  • Melakukan mounting terhadap HDD yang terletak di Primary Slave, pada partisi ke-2 yang mempunyai file system FAT32, perintahnya:
    mount -t vfat /dev/hdb2 /mnt/hdd2

Perintah di atas akan melakukan mounting HDD tersebut ke direktori /mnt/hdd2, karena itu direktori hdd2 harus sudah ada sebelum melakukan mounting.

  • Melakukan mounting terhadap CD-ROM yang terletak di Secondary Slave, perintahnya:
    mount /dev/hdd /mnt/cdrom atau bisa juga dengan perintah berikut mount /dev/cdrom /mnt/cdrom.
  • Melakukan mounting terhadap USB Flash Disk, perintahnya:
    mount /dev/sda1 /mnt/usbfd

Seringkali, USB Flash Disk tidak selalu di sda1. Untuk mengetahui USB Flash disk berada di mana, saat memasang USB Flash Disk, ketikan perintah berikut dmesg | tail . Nanti dari perintah tersebut akan muncul USB Flash disk tersebut berada di sda1, sdb1 atau yang lainnya.

  • Mounting ke jaringan linux yang beralamat IP 192.168.0.4 pada direktori /home/dokumen, perintahnya:
    mount -t nfs 192.168.0.4:/home/dokumen /mnt/nfs
  • Mounting ke jaringan windows yang beralamat IP 192.168.0.2 pada direktori sharing /home/dokumen, perintahnya:
    mount -t smbfs //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
    bila membutuhkan user name dan password, maka perintahnya menjadi:
    mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba

Perintah di atas, hanya bisa dilakukan bila samba client telah diaktifkan.

Bagi yang menggunakan Windows 2003 Server, biasanya tidak bisa menggunakan smbfs, karena ada service dari Windows 2003 Server yang menghalangi. Untuk itu, coba gunakan file type cifs, perintahnya menjadi:
mount -t cifs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba

Perhatikan, karena menggunakan cifs, maka pastikan juga kalau cifs telah terinstall.

Terkadang setelah melakukan mounting, kita juga perlu untuk melakukan unmounting. Kegunaan dari perintah ini adalah untuk melepaskan file-file yang sedang digunakan, sehingga file tersebut tidak rusak. Contoh paling nyata adalah USB Flash disk, jika filenya dibuka dan USB Flash disk dicabut, maka ada kemungkinan file tersebut akan rusak. Jadi untuk amannya adalah menggunakan unmounting. Perintah unmounting adalah:
umount MountPoint.

Contoh berdasarkan contoh di atas, maka unmounting-nya adalah

  • umount /mnt/hdd2
  • umount /mnt/cdrom
  • umount /mnt/usbfd

October 26, 2007 Posted by | OS | Leave a comment

DATA GALI (DaTa Mining)

Secara sederhana, data mining merujuk pada ekstraksi atau penggalian pengetahuan dari sejumlah besar data. termin ini sebetulnya adalah salah kaprah. Karena penggalian emas dari batu atau dari pasar disebut dengan penggalian emas, bukan penggalian batu atau penggalian pasir. Oleh karena itu, data mining seharusnya diberi nama knowledge mining from data. Termin pendeknya knowledge mining sama sekali tidak menggambarkan proses penggalian data untuk mendapatkan pengetahuan. Oleh karena itu kesalahkaprahan yang menggambarkan data dan mining tetap digunakan.

Banyak orang yang memperlakukan Knowledge Discovery in Databases atau KDD sebagai sinonim dari data mining. Selain itu, sebagian orang melihat data mining sebagai langkah esensial dalam pencarian pengetahuan (knowledge discovery) dalam database. Pencarian pengetahuan sebagai sebuah proses terdiri dari urutan berulang dari langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Data Cleaning. Untuk membuang noise atau data yang tidak konsisten
  2. data integration. Dimana multiple sumber data digabungkan.
  3. Data selection. Dimana data yang relevan dengan analisis didapat dari database
  4. Data transformation. Dimana data ditransformasikan dan dikonsolidasikan kedalam bentuk yang sesuai untuk penggalian dengan melakuka operasi penjumlahan atau agregasi.
  5. Data Mining. Sebuah proses esensial dimana metode cerdas diaplikasikan untuk mengekstrak pola data
  6. Pattern evaluation. Untuk mengidentifikasi pola tertentu yang merepresentasikan pengetahuan berdasar pada pengukuran ketertarikan
  7. Knowledge presentation. Dimana visualisasi dan teknik representasi pengetahuan digunakan untuk menghadirkan pengetahuan yang telah digali pada user

Langkah data mining memungkinkan untuk berinteraksi dengan user atau berbasis pengetahuan. Pola yang menarik ditampilkan pada user, dan dapat disimpan sebagai pengetahuan baru dalam basis pengetahuan (knowledge base). Berdasarkan pandangan ini, data mining adalah sebuah bagian dari keseluruhan proses. Meskipun merupakan proses yang esensial karena akan mengungkapkan pola tersembunyi untuk dievaluasi lebih lanjut.

Jadi, data mining, yang menjadi termin yang lebih populer daripada KDD, adalah proses pencarian pengetahuan tertentu dari sejumlah besar data yang disimpan baik dalam database, data warehouse, maupun penyimpanan informasi lainnya.

Arsitektur umum dari sistem data mining dapat memiliki komponen sebagai berikut:

    Database, data warehouse, maupun penyimpanan informasi lainnya.
    Server database atau data warehouse. Server database atau data warehouse bertanggung jawab untuk mengambil data yang relevan, berdasarkan pada permintaan data mining user
    Knowledge base. Bagian ini merupakan domain pengetahuan yang digunakan untuk membimbing pencarian atau mengevaluasi ketertarikan pada pola hasil. Pengetahun in dapat termasuk konsep hirarki, digunakan untuk mengorganisir atribut atau nilai atribut ke dalam berbagai level abstraksi.
    Data mining engine. Modul ini merupakan bagian yang esensial dalam sistem data mining dan idealnya terdiri dari modul funsional untuk tugas-tugas misalkan seperti karakterisasi, asosiasi, klasifikasi, analisa kluster, dan analisa evolusi dan deviasi
    Pattern evaluation module. Komponen ini secara umum mengatur tingkat kepentingan dan berinteraksi dengan modul data mining sehingga dapat memfokuskan pencarian terhadap pola tertentu.
    Graphical user interface. Modul ini mengkomunikasikan user dengan sistem data mining, mengizinkan user untuk berinteraksi dengan sistem dengan mendefinisikan query atau tugas data mining, menyediakan informasi agar user terbantu untuk tetap fokus dalam pencarian. Sebagai tambahan, komponen ini mengizinkan user untuk mencari skema atau struktur data database dan data warehouse, mengevaluasi pola yang telah digali, dan memvisualisasi pola dalam bentuk yang berbeda.

Tidak semua “sistem data mining” yang digunakan dalam kehidupan nyata dapat melakukan proses data mining yang sebenarnya. Sebuah sistem analisis data yang tidak menangani data dalam jumlah besar seharusnya dikategorikan dalam sistem mechine learning, alat analisa data statistik, atau prototipe sistem eksperimental. Sebuah sistem yang hanya dapat melakukan temu kembali data atau informasi, termasuk mencari nilai agregasi, atau yang melakukan penjawaban query dalam database yang besar harusnya dikategorika sebagai sistem database, atau sistem temu kembali informasi, atau sistem database deduktif.

Data mining melibatkan sebuah integrasi teknik dari berbagai disiplin seperti teknologi database, statistik, machine learning, pengenalan pola, neural network, visualisasi data, temu kembali informasi, pemrosesan citra dan sinyal, dan analisa data spasial. Dengan melakukan data mining, pengetahuan tertentu, informasi level biasa atau level tinggi dapat diekstrak dari database dan dapat dilihat atau dicari dari sudut pandang yang berbeda. Pengetahuan yang ditemukan dapat digunakan untuk pembuatan keputusan, kontrol proses, manajemen informasi, dam pemrosesan query. Oleh karena itu, data mining disadari merupakan salah satu dari bagian terpenting dalam sistem database dan salah satu pengembangan interdisiplin paling menjanjikan dalam industri informasi

October 19, 2007 Posted by | Database | Leave a comment

WARNET LINUX???? Why Not?!!!!

alooo teman…udh lama gak ketemu..hahha.kyk apa aza..iya nih..aku lg bingung nyusun proposal buat koloqium nih…hiks.. T.T pas lagi brows2 kebetulan dpt artikel bgs…artikel nya ttg membangun warnet linux loh…aku pikir ini cocok buat yg mo buat warnet sendiri dan gak mau dipusingin dgn urusan HAKI(hak cipta gtu loh…)…ini juga pas dengan tempat warnet dimana aku kerja, BB.net yg udh pake LINUXXX……(promosi dechh..hueheue.. =p)oke deh simak aza artikelnya….smoga bermanfaat..oya artikel ini aku ambil dari ilmukomputer.com

Membangun Warnet Linux

Tinjauan dari sisi bisnis
Kekhawatiran para investor warnet akan tidak lakunya warnet mereka memang harus
menjadi perhatian khusus, dikarenakan memang investasi yang diperlukan dalam
membangun warnet tidaklah kecil. Tulisan ini mencoba memberikan gambaran tentang apa
saja yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuat Warung Internet baik secara umum,
maupun secara khusus Warung Internet Linux.
Membangun bisnis warnet bagi sebagian orang terlihat menggiurkan akan tetapi terlihat
mahal dalam investasinya, apalagi dengan adanya aturan HAKI yang mewajibkan setiap
software yang ada pada perangkat komputer Legal / Asli., sehingga sejak investasi awal
sudah terbeban biaya pembelian software original yang hampir sama dengan harga hadware
baru, tergantung software apa saja yang akan kita install pada PC. Namun jika sedikit
kreatif bisa menghemat dalam pengeluaran untuk masalah software ini.

Pilihan hemat tersebut adalah menggunakan software dan OS OpenSource (System Operasi
terbuka) seperti Linux pada warnet. Namun pilihan kepada Linux ini juga tidak mudah,
karena memang membutuhkan kemampuan dan kemauan serta kesabaran dalam
mengimplementasikannya, karena masyarakat kita yang selama ini sudah sangat
bergantung dengan satu system operasi yaitu ms windows. Namun Distro (Paket Distribusi)

Linux sekarang ini sudah sangat familiar dalam pengoperasionalannya, sehingga cuman
dibutuhkan sedikit penyesuaian dan pembiasaan dalam menggunakannya.
Disamping itu penggunaan OS Linux pada Warung Internet juga merupakan upaya dalam
memasyarakatkan Linux, sehingga dengan terbiasanya masyarakat menggunakan Linux
maka ketergantungan akan satu System Operasi dapat dihilangkan. Dengan demikian
keharusan membeli Software Komersial khususnya pada Kantorkantor
pemerintahan,sekolah dan perusahaan swasta dapat dikurangi sehingga ini merupakan penghematan yang
luar biasa.
Membangun Warung Internet
Dalam membangun Warung Internet atau biasa disingkat dengan warnet haruslah
memperhatikan faktor bisnis, management operasional dan teknis. Tiga faktor tersebut
sangatlah mempengaruhi proses awal dan ketika berjalannya sebuah warnet, dikarenakan
warnet adalah bisnis jasa, sehingga tinjauan dan inovasi bisnis sangat berperan dalam
menyusun strategi pemasaran sehingga operasional warnet dan managementnya bisa
mengambil langkah langkah startegis untuk menjalankan warnet. Dalam menjalankan
warnet ini peran penting Team Teknis sangatlah dibutuhkan, sehingga tiga faktor diatas
menjadi kebutuhan pokok yang harus diperhatikan dalam mendirikan sebuah warnet.

Tinjauan Bisnis dapat meliputi segmentasi pasar, lokasi dan investasi sehingga dapat
diperoleh prediksi kelayakan bisnis untuk memutuskan lokasi mana yang akan didirikan
warnet, dilokasi tersebut bagaimana regulasinya (karena seringkali regulasi suatu daerah
berbeda dengan daerah yang lainnya) bagaimana pasar di lokasi tersebut, ramai, sepi, full
internet atau gamers. Sehingga bisa diputuskan hardware komputer apa yang efektif dan
efisien sesuai dengan pasar yang akan dibidik.

Jika yang ingin kita bangun adalah Warung Internet murni tanpa games, maka salah satu
penghematan yang bisa dilakukan adalah dengan memilih Sistem Operasi (OS) Linux,
sehingga kita sedikitnya bisa melakukan penghematan hampir 1 juta rupiah setiap PCnya.
Kenapa Linux ? kan ada OS lain yang lebih mudah dan sudah familiar ? Pertanyaan ini
memang kadang masih sering muncul terutama pada masyarakat awam yang belum
tersentuh sosialisasi HAKI sehingga masih menganggap software bajakan sebagai hal yang
biasa dan dibolehkan, dengan memberikan justifikasi beberapa contoh warnet – warnet,
instansi pemerintah dan swasta yang masih menggunakan software bajakan. Memang
pilihan tetap ditangan masing masing dengan segala resikonya, pengen nyaman dan legal
atau illegal dengan selalu was was dibayangi isyu sweeping.

Faktor Penimbang memilih Linux

Memilih Linux sebagai sistem operasi dibanding menggunakan sistem operasi yang
berbayar semacam Microsoft Windows memang membutuhkan kajian yang cukup
mendalam, ada keuntungan dan kerugian dalam sebuah pilihan, dan itu pasti ! Diantara

Faktor – faktor penimbang itu adalah :

1.Biaya Investasi yang relatif minim dibanding OS berbayar
2.Adanya kemampuan dan kemauan SDM.
3.Hasil pengkajian bahwa Linux Desktop sebenarnya mudah.
4.Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux yang dipilih agar mudah
digunakan oleh pelanggan yang sudah terbiasa dengan OS Windows.
5.Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan semuanya
OpenSource.
6.Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
7.Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor
kebiasaan.
8.Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
9.Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di warnet.

1. Biaya investasi yang relatif murah dibanding OS berbayar
Pemakaian OpenSource Software memang tidak membutuhkan biaya, sehingga tidak ada
investasi untuk pengadaan / pembelian software, baik itu untuk Operating System, maupun
aplikasi pendukungnya.

2. Adanya kemampuan dan kemauan seluruh SDM.
Memilih Linux sebagai OS di warnet tidak cukup hanya didukung dengan kemampuan dari
team teknis saja, melainkan kemauan yang kuat dari personal SDM warnet sampai para
pemiliknya dalam inovasi pemakaian OpenSource ini, sehingga 2 kekuatan tersebut bisa
tersinergis dengan baik.

Persiapan team Teknis dalam meramu Linux Desktop, Pelayanan Customer Service yang
ramah dan siap melakukan edukasi, Strategi pemasaran dan sosialisasi dari kebijakan
Managerial merupakan rumus yang wajib dipunyai oleh warnet Linux.

3. Linux Desktop sebenarnya mudah
Perkembangan Linux sebagai OS OpenSource dari hari ke hari semakin baik, sehingga
sekarang ini sebenarnya Linux Desktop sudah sangat mudah dan nyaman digunakan,
bahkan dari segi tampilanpun bisa dibilang lebih bagus dari OS pendahulunya.

4. Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux agar mudah digunakan
oleh pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan OS Windows.
Point ini menjadi sangat penting dalam proses awal adaptasi terhadap perubahan (bagi
pengguna secara umum) yang terjadi. Kebiasaan menggunakan OS Windows tentu harus
dijadikan pertimbangan penting. OS Linux yang hendak ‘dijual’ sedapat mungkin tidak jauh
berbeda dengan OS Windows, baik dari segi tampilannya maupun aplikasiaplikasi
alternatif yang digunakan ketika menggunakan OS Windows, sehingga pengguna tidak
merasa kehilangan fasilitas dan kenyamanan dalam menggunakan jasa warnet.

5. Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan
semuanya OpenSource. Sebagai penjual jasa, warnet harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh pelanggan,
temasuk aplikasi aplikasi yang dibutuhkan dalam menggunakan layanan internet, dan Linux
telah mendukung kebutuhan itu semua, mulai dari browser, irc chat, voice chat, aplikasi
perkantoran seperti word, spreadsheet dll, Daftar aplikasi yang dibutuhkan ada pada subbab
pembahasan lainnya.
6. Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
Sama seperti halnya pemakaian software, dukungan hardware juga harus diperhatikan oleh
sebuah warnet, misalnya disk drive, usbport untuk flashdisk, bahkan sampai teknologi
hardware wifi, linux sudah mendukung itu semua!

7. Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor
kebiasaan. Optimisme sangat diperlukan dalam sebuah bisnis termasuk optimisme bahwa inovasi ini
akan berhasil. Perubahan sebuah kebiasaan tentulah membutuhkan waktu dan usaha yang
keras, sehingga sikap optimis wajib dipunyai oleh para pemilik warnet sebagai modal awal
dalam proses perubahan kebiasaan ini. Kita teringat pada era masih menggunakan DOS dan
WS (Word Star) sebagai aplikasi menulis, ketika Windows muncul tidak serta merta
pengguna WS mau beralih ke Windows dengan Ms Wordnya, butuh waktu dan usaha untuk
membiasakannya, dan ini juga harus diyakini bahwa linux juga akan menjadi kebiasaan jika kita terus menerus mengenalkannya.
8. Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
Tentu ini juga merupakan kunci sukses agar pelanggan warnet tetap memilih warnet kita
dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan seperti melakukan edukasi bagi yang
masih kesulitan.

9. Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di warnet.
Memberikan training training adalah salah satu bentuk sosialisasi dan bentuk pemberian
pelayanan bagi pelanggan warnet, sehingga pelanggan menjadi lebih terbiasa dan merasa
mudah dalam menggunakan OS Linux di warnet. Dan training ini bisa menjadi bisnis baru
bagi sebuah warnet. Dari faktor penimbang diatas maka tidak ada keraguan lagi bagi pengusaha warnet untuk
menggunakan sistem operasi linux dan aplikasi opensource lainnya.
Investasi Warnet Linux
Dalam membangun Warung Internet dibutuhkan persiapan dalam investasi diantaranya

1 Memilih Distro Linux
Distro Linux memang banyak pilihan, namun secara umum yang sering digunakan di
warnet adalah distro distro besar seperti Mandrake, Fedora, Knoppix, Vector Linux dan
Ubuntu/Kubuntu, namun belakangan ini muncul distro distro baru buatan anak negeri yang
memang disusun untuk kebutuhan paket Warung Internet seperti Waroeng IGOS (fedora
base), PC Linux (knoppix base), Pinux (redhat base) dan Solite Linux (kanotix base).
Pemilihan distro ini memang sangat mempengaruhi kebutuhan hardware, atau sebaliknya pemilihan distro tergantung pada hardware yang sudah dimiliki.
Dari hasil review penulis distro besar seperti Mandrake, OpenSuse dan Fedora Core sangat
cocok untuk hardware dengan spesifikasi setara Pentium VI dengan RAM 512.
Sedangkan Ubuntu / Kubuntu berada pada posisi pertengahan yaitu Pentium III 800 dengan
RAM 256.

Untuk Knoppix, Pinux dan Solite bisa digunakan pada PII dengan RAM 128192.
Sedangkan untuk spesifikasi komputer dibawah itu bisa menggunakan distro DSL, xubuntu,
atau puppy linux.

2 Memilih Hardware
Secara umum dari pengalaman yang ada Linux lebih mementingkan faktor memory RAM,
sehingga untuk kenyamanan dibutuhkan memori minimal 256 Mb dengan processor
Celeron 2,3Ghz atau yang setara, walaupun untuk beberapa distro memori 128 Mb sudah
cukup, dengan processor PII 600Mhz. Jika kita memang mempunyai dana yang cukup dan
jangka panjang ada baiknya menggunakan hardware baru, misal Celeron 2,3Ghz, atau
AMD Sempron 2000 dengan memory 512, dengan pertimbangan kenyamanan dan faktor
keterjaminan hardware karena mempunyai garansi. Namun jika memang kita mempunyai
sdm yang kreatif dan tahu seluk beluk hardware pilihan menggunakan PII dengan ram 256
adalah pilihan yang jitu, cerdas dan hemat.

3 Interior
Pilihan bentuk interior merupakan faktor penunjang yang sangat penting dalam membentuk
karakter sebuah warnet bahkan kadang kesalahan dalam menentukan interior dapat
memberikan kesan tidak nyaman bagi pengguna, atau kadang kesalahan tersebut justru
berakibat pada pemiliknya dikarenakan investasi interior terlalu besar dan mewah.

4 Pengkabelan dan Jaringan
Investasi ini terkadang yang dilalaikan oleh para investor warnet, padahal inilah faktor
penting dalam membangun sebuah warnet, tanpa ada instalasi pengkabelan kelistrikan dan
jaringan, maka tentunya komputer – komputer yang ada tidak bisa saling berkomunikasi.

5 Menentukan ISP
Menentukan ISP memang harus dilakukan sebelum kita memutuskan untuk membangun
Warung Internet karena ini menyangkut juga masalah Studi Kelayakan Bisnisnya
serta hardware apa saja yang dibutuhkan untuk menggunakan sebuah ISP, apakah modem adsl
atau perangkat wireless.
6 Sumber Daya Manusia
Ini juga merupakan investasi yang harus difikirkan karena SDM yang tahu akan selukbeluk
internet dan warnet akan sangat membantu dalam kesuksesan membangun warung internet,
terlebih warnet yang akan kita bangun adalah warnet linux, sehingga paling tidak team
teknis harus bisa dan tahu tentang linux dan sdm lainnya mempunyai kemauan untuk
belajar.

7 Investasi Operasional
Untuk operasional awal sebuah warnet harus didukung dengan dana cadangan paling tidak
2 bulan berjalan dikarenakan pada masa awal tentunya banyak pengeluaran untuk promosi
dan pencarian pasar, modal awal ini sangat penting tetapi tidak mutlak. Investai
operasional lainnya adalah Billing System karena ini merupakan bentuk pengaturan
management internal khususnya masalah keuangan sekaligus memberikan service
kenyamanan bagi pemakai warnet kita. Secara garis besar yang dibutuhkan untuk mendirikan warnet adalah Personal Komputer
baik untuk yang disewakan (client), maupun server gateway dan server billing multimedia,
Bilik atau meja dan kursi, pengkabelan listrik dan pengkabelan jaringan, hub switch,
printer, scan, heatset dan webcam (optional), billing system, modem adsl atau perangkat
wireless / accesspoint, ups minimal untuk billing dan sever, peralatan kantor, media
komunikasi semacam telepon / sellular serta layanan pendukung lainnya seperti snack dan
minuman ringan.

yah begitu sodara2…^^, dari ulasan diatas aku menyarankan(cie) mending untuk linuxnya kita menggunakan UBUNTU saja, ubuntu merupakan turunan dari debian. menurut ku dari sisi dukungan port (USB) dan juga driver (khususnya printer) UBUNTU sudah lengkap…tinggal jika ingin ditambahkan program lainnya dapat kita downlod dengan update software yang merupakan fitur dari UBUNTU sendiri..tapi inget..jgn lupa HAKI yah..karna ada beberapa software yang running dilinux menerapkan cash money…hehehe..^^, oke2…Hidup gratisan..!!!eh salah denk..hidup OPEN SOURCE….^^

October 19, 2007 Posted by | Business | Leave a comment

HEn Shin…Hyper Cast Off..change beetle..

hahaha…temen2 pasti pada bingung y…itu aku lagi berubah jd kamen rider…huahahahha…bagus loh…aku nonton nya malah versi movienya yang god speed love…btw ada yang tau gak link downlod film2nya….arigatou..!!!

October 13, 2007 Posted by | OS | Leave a comment

LINUX Part 2… ayo install linux….!!!!

 

halo temen2….yuppp…balik lagi kelinux nih..aku mau nerusi posting ku yang dulu ttg linux…sekarang ttg instalasi nya yahhh….^^,

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan instalasi Linux pada komputer anda antara lain :

􀀀 Mengetahui spesikasi hardware

􀀀 Alokasi ruang harddisk

􀀀 Pemilihan paket software

􀀀 Proses instalasi

Mengetahui spesifikasi hardware

Pada bagian ini, anda harus mengetahui dan mengerti spesifikasi teknis dari device yang terdapat pada komputer anda,

hal ini mencakup :

􀀀 Nama device tersebut

􀀀 Nama chipset pada device tersebut

􀀀 Kegunaan dan jenis device tersebut

Device yang biasanya terdapat pada komputer anda antara lain :

􀀀 Mouse

􀀀 Keyboard

􀀀 Graphic Card

􀀀 Sound Card

􀀀 Harddisk

􀀀 Monitor

􀀀 Network Card

􀀀 Modem

Lebih jelasnya, dari device-device di atas, anda harus mengetahui :

􀀀 Jenis konektor mouse, serial atau ps/2

􀀀 Vendor mouse (Microsoft, Logitech, Generic)

4

Pengenalan Linux 5

􀀀 Jumlah key pada keyboard (biasanya standar 101 key)

􀀀 Chipset pada graphic card, berhubungan erat dengan vendor card tersebut

􀀀 Kapasitas memory graphic card

􀀀 Chipset pada sound card

􀀀 Kemungkinan anda akan ditanyakan juga IO, IRQ dan DMA dari sound card

􀀀 Kapasitas harddisk

􀀀 BUS data harddisk, tentukan apakah harddisk anda SCSI (Ultra-ATA, Fast-ATA) atau IDE (UDMA-33, UDMA-

66)

􀀀 Jenis, refresh rate dan resolusi maksimum monitor

􀀀 BUS data network card, tentukan ISA atau PCI

􀀀 Chipset, IO port dan IRQ network card. Untuk jenis PCI biasanya PNP.

􀀀 Identifikasi network anda, mencakup nomor IP, subnet mask, gateway address, hostname, domain dan IP DNS

Server

􀀀 Jenis modem, tentukan modem internal atau eksternal

Kebutuhan minimal komputer yang akan diinstal Linux untuk keperluan perkantoran dan sehari-hari adalah :

􀀀 Kapasitas harddisk 3,2 GB. Namun Linux mampu untuk dijalankan pada harddisk tua Seagate 170 MB, dan bekerja baik sebagai router untuk jaringan dengan jumlah terminal 12 komputer 􀀀 Kapasitas memory (RAM) system 32 MB. Namun Linux dapat diinstal pada komputer dengan memory 4 MB, bekerja baik sebagai bridge untuk jaringan kampus.

􀀀

Processor minimal sekelas Pentium-233 MMX. Namun Linux bekerja sangat baik pada komputer 486DX2-66 sebagai router untuk jaringan warnet dan Small Office.

􀀀 Mouse, keyboard dan monitor.

Bila Linux digunakan sebagai router atau bridge jaringan, setelah proses instalasi, mouse, keyboard dan monitor dapat dilepas. Gunakan akses telnet dan ftp untuk remote maintenance tanpa butuh mouse, keyboard dan monitor.

Alokasi ruang harddisk

Pada dasarnya anda tidak perlu membagi-bagi ruang harddisk anda untuk direktori-direktori tertentu. Namun dengan melakukan alokasi ruang harddisk anda akan memperoleh keuntungan-keuntungan antara lain :

Proses booting lebih cepat

􀀀 Kemudahan merancang backup system

􀀀 Pengontrolan akses read-write pada beberapa partisi

􀀀 Pengontrolan quota harddisk untuk user dan group

􀀀 Pembatasan besar file maksimum

Beberapa direktori memang jauh lebih baik dari segi performasi dan sekuritasnya apabila dibuat partisi sendiri. Contoh alokasi harddisk sebesar 3,2 GB yang dapat digunakan sebagai acuan menginstal Linux :

Swap adalah jenis partisi lain dari Linux yaitu Linux Swap yang digunakan sebagai virtual memory dan tempat menyimpan file-file temporer. Direktori yang mewakili partisi swap adalah /tmp. Istilah grow to fill artinya besar partisi ditentukan otomatis sebesar sisa harddisk yang kosong setelah dikurangi dengan besar partisi yang lain.

Namun anda harus dapat menghitung bahwa kira-kira, partisi root / harus memiliki besar lebih dari 350 MB. Sebagai catatan, beberapa aplikasi menyimpan source mereka di direktori /opt, sehingga alokasi harddisk perlu diubah menyesuaikan kebutuhan itu. Contoh aplikasi ini adalah Corel Draw dan StarOffice.

Direktori Ukuran

/boot 5 MB

/home 500 MB

/usr 2000 MB

swap 128 MB

/ grow to fill

Tabel 2.1: Tabel ukuran partisi

Pemilihan paket software

Tentukan tujuan penginstalan Linux anda dan tentukan tools yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Bila anda menginginkan Linux anda dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan perkantoran seperti pembuatan dokumen,pencetakan dokumen, pembuatan presentasi, penyuntingan gambar dan suara, sebaiknya anda menginstal paket-paket office oriented dan XWindow System. Apabila anda seorang programmer C, C++, perl atau python, anda instal paketpaket devel dan interpreter. Lain lagi bila anda seorang system administrator atau network administrator, anda harus memperhatikan efisiensi dan efektifitas sistem guna memperoleh performasi maksimum tanpa berkompromi dengan sekuritas sistem dari semua aspek.

yaa…segitu dulu yah…nti posting berikut nya aku sambung lagi…^^, laperrrr….

 

October 13, 2007 Posted by | OS | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.